Danlok; Kebiasaan Orang Kaya

Danlok; Kebiasaan Orang Kaya ( Yang tidak dimiliki oleh orang miskin ) diterjemahkan dari vidio Danlok berjudul asli ” The 3 Best Habits Of Rich People “

The 3 Best Habits of Rich People ( 3 Kebiasaan Terbaik Orang Kaya)

“Tahukan Anda, Mengapa Anda selalu bergumul secara keuangan? Tahukah Anda, Kenapa Anda selalu berkekurangan di akhir bulan?

Danlok; 3Kebiasaan Orang Kaya
Danlok; 3Kebiasaan Orang Kaya

Hal ini tidak lain dikarenakan Anda memiliki pola “kebiasaan atau habit ” yang menjadikan Anda miskin secara keuangan (suatu kebiasaan yang hanya orang miskin lakukan sehari hari).

Tahukah Anda bahwasanya “Orang Kaya” itu memiliki beberapa pola “kebiasaan atau habit ” yang sangat sangat jauh berbeda, dibandingkan dengan “orang miskin” dan “kelas menengah ke bawah” pada umumnya.

Danlok; 3Kebiasaan Orang Kaya
Danlok; 3Kebiasaan Orang Kaya

Sekarang, Saya akan mengajarkan kepada Anda apa saja kebiasaan – kebiasaan tersebut.”

Danlok; Kebiasaan Orang Kaya
Danlok; Kebiasaan Orang Kaya

“Kita menjadi Apa yang kita terus menerus lakukan secara berulang kali (tanpa disadari secara akal bawah sadar). Manusia adalah makhluk yang terbentuk oleh kebiasaan – kebiasaannya (yang sudah terpola sehari hari). Anda mengetahui bahwa Anda selalu terpola melakukan kebiasaan yang sama, rutinitas yang sama, berulang – ulang, itu lagi dan lagi.

Mengertikah Anda bahwasanya menjadi kaya itu bukanlah berasal dari “tindakan”, namun lebih kepada disebabkan oleh suatu pola ” kebiasaan” (kebiasaan positif tentunya).

Demikian pula sebaliknya, jika seseorang menjadi miskin, itu bukanlah berasal dari sebuah ” tindakan “, itu bukanlah sesuatu yang hanya kebetulan terjadi atas diri dirimu, Itu adalah “Kebiasaan atau Habit

Jadi, Mari Saya ajarkan Anda beberapa kebiasaan terbaik yang dilakukan oleh “Orang Kaya” (yang tidak dilakukan atau jarang dikerjakan oleh “orang miskin” )

“Silakan dilihat artikel lainnya tentang Rumah Dijual Murah Cilandak dengan meng klik link nya tertera di kalimat ini, terima kasih!”

Kebiasaan yang TerUtama ialah yang selalu dilakukan oleh Orang Kaya yaitu: Mereka selalu Menghitung Uang mereka.

Orang miskin tidak biasa menghitung uang mereka, mereka menerima gaji bulanan, mereka tabungkan gaji tersebut, mereka belanjakan uangnya, mereka tidak tahu berapa biaya atau pengeluaran mereka, mereka tidak mengerti bagaimana pola “arus” uang mereka “mengalir”. Ya kita tahu bahwa orang miskin memang memiliki pekerjaan dan mungkin menunggu setiap sekali dalam setahun, disaat mereka menyimpan pengembalian pajak mereka, sejumlah pajak terutang sebesar itulah yang mereka bayarkan. Mereka melihat angka angka namun bahkan tidak memperhatikan angka angka tersebut.

Mereka berkata;” Oh Ya , Baiklah itulah jumlah yang harus Saya bayar (setorkan, tentang pajak terutang tadi)” Setelahnya file pajaknya disimpan , Sudah Beres. Dan mereka melihatnya lagi mungkin sekali setahun saja. Weis.

Bagi Orang Kaya, yakni “Kami” tidak melakukannya seperti itu. Kami memperhatikan angka angka tersebut secara berkala. Kami sangat memahami bahasa / literasi keuangan (financial literacy). Saya bukanlah orang yang sangat ahli dalam menghitung angka, jangan salah paham, ya? Saya orang yang sangat Konseptual. OK, Saya orang yang melihat secara Gambar Keseluruhan, Saya adalah Orang yang Visioner namun saya sangat – sangatlah berhati – hati sekali dan Saya sangatlah paham betul bagaimana arus uang saya mengalir (dari mana dan kemana). Saya memperhatikan angka angka tersebut. Saya mengecek rekening saya setiap hari. Saya akan perhatikan aliran dana atas uang saya sedetilnya. Saya akan mengetahui berapa jumlah uang saya yang tersimpan yang Saya dapat miliki.

Saya duduk bersama kalender saya setiap minggu, memeriksa laporan keuangan saya setiap sekali seminggu. Mengecek keuangan saya atas seluruh usaha – usaha saya ; Bagaimana Kondisinya?

Karena Apa yang bisa diukur, pasti bisa ditingkatkan. Jadi kebiasaan nomor satu bagi para Orang Kaya yakni Kami menghitung jumlah uang kami secara berkala. Seberapa sering Anda menghitung uang Anda? Seberapa sering Anda memeriksa rekening bank Anda? Bukan maunya mengeluhkannya, tapi seberapa sering Anda memperhatikan setiap hari besaran biaya biaya, semua angka pemasukan atau income, darimana asalnya, apakah ada peningkatan? Apa yang perlu dilakukan selanjutnya? Apa saja yang menjadi indikator indikator kunci atas keberhasilan. Apakah Anda memperhatikan kepada angka angka tersebut? Jadi Itulah Kebiasan nomor satu.

Kebiasaan nomor Dua ialah Mereka Membayar Diri Mereka Sendiri Terlebih dahulu.

Nah Anda sudah sering mendengar hal ini sebelumnya. “Oh iya, Saya tahu. Dan, Saya sudah mendengar hal ini sebelumnya, kamu harus membayar dirimu sendiri.” Apakah Anda mengerti maksud sesungguhnya dari itu?

Membayar dirimu bukanlah berarti membelikan mobil untuk dirimu, bukan berarti pula pergi berlibur, bukan pula beratri menghamburkan uang untuk hiburan. ” Oiya, Saya membayar uang untuk diri saya sendiri.” Bukan itu, itu sama saja halnya Anda membayarkan kepada orang lain di luar sana. Ketika Anda membeli mobil, Anda membayar kepada perusahaan otomotif. Ketika Anda membeli rumah maka Anda membayar kepada bank atau developer. Ketika Anda pergi berlibur, Anda membayar kepada perusahaan jasa travel, perusahaan hotel, perusahaan airline.

Membayar dirimu berarti ; Menyisihkan sejumlah uang untuk dirimu dan Anda menginvestasikan uang tersebut. Nah, Saya bukannya membicarakan tentang cara menjadi hemat atau mengirit ya, jika Anda mengenal saya maka anda akan tahu pekerjaan saya, Saya tidak sedang membicarakan tentang menjadi hemat atau mengirit. Saya bicara tentang mengambil persentase dari penghasilan Anda dan menyisihkannya, membayar dirimu sendiri terlebih dahulu, Tabung dan Investasikan. Itulah yang kumaksud tentang Membayar Dirimu. Dan banyak orang, jika sudah membaca buku berjudul The Richest Man in Babylon (Orang Terkaya di Babilonia), di buku ini dibahas tentang Anda seharusnyalah menabung 10% dari sejumlah uangmu dan membayar dirimu sendiri 10%.

Saya sampaikan kepada Anda hari hari ini, apa yang terjadi dengan tingkat inflasi, tentang apa yang terjadi di dunia saat ini, Apapun sekarang sudah menjadi lebih mahal dari sebelumnya. Jika Anda ingin menjadi Kaya, maka membayar diri sendiri 10% adalah tidak tidak tidak tidaklah cukup. Anda seharusnya secara sangat minimal, Saya tidak peduli bagaimana kondisi keuangan Anda saat ini, tetap mulailah di 10%. Saya ga peduli apakah Anda menghasilkan Rp 420.000.000,- setahun, anda bayar diri anda 10% nya dari angka ini. Anda hasilkan Rp 560.000.000,- / Rp 700.000.000,- / Rp 840.000.000,- setahun, anda bayar diri anda 10% nya dari angka ini.

Dan seiring meningkatnya penghasilan Anda, Saya ingin juga Anda menaikkan rasionya. Jadi awalnya anda harus 10%, kemudian Anda harus meningkatkanya menjadi 15%, 20%, 30%, 40% ke titik dimana Anda menghasilkan begitu banyak lagi uang dan berikutnya saatnya anda hanya membelanjakan sejumlah kecil persentasi dari apa yang anda sudah dapatkan. Itulah tujuan anda, itulah yang disebut Membayar Dirimu sendiri.

Jadi itulah Kebiasaan nomor Dua, membayar dirimu sendiri terlebih dahulu.

Kebiasaan Orang Kaya nomor Tiga dan adalah Orang Kaya selalu Konstan Meningkatkan Kemampuan Menghasilkan (income) – karena kau mungkin berpikir ” Dan, baiklah, Saya ingin membayar diriku sendiri terlebih dahulu, namun Saya belum menghasilkan banyak uang. Saya hanya menghasilkan beberapa puluhan juta sebulannya. Saya bahkan tidak cukup untuk melunasi biaya bulanan. Bagaimana caranya Saya bisa membayar diri saya sendiriterlebih dahulu?”

Danlok; Kebiasaan Orang Kaya
Danlok; Kebiasaan Orang Kaya

Pertama – tama, Anda harus memiliki kebiasaan untuk membayar dirimu sendiri terlebih dahulu. Jika tidak, bahkan kecilpun, mini persentase pun disaat anda menghasilkan Rp 420 JT, Rp 560 JT, Rp 700 JT, Rp 840 JT, Rp 1,4 Milyar seTahun, Saya jamin padamu, ketika engkau menghasilkan se-milyaran rupiah, dua milyaran rupiah, Anda tidak akan Membayar Diri Anda sendiri.

Ini adalah pola Kebiasaan yang sedang saya bicarakan. Dan untuk mewujudkannya, maka di setiap setahun sekali, agar mampu membayar dirimu sendiri, lagi lagi dan lagi dan menaruhnya ke dalam berbagai investasi, anda harus meningkatkan kemampuan untuk menghasilkan (income).

Anda harus mecari berbagai cara bagaimana anda meningkatkan nilai anda di kehidupan, bagaimana anda meningkatkan nilai anda di kehidupan sehari hari. Sehingga setiap setahun sekali, penghasilan anda meningkat setiap tahunnya. Jika anda telah bekerja di dunia nyata dan anda telah memiliki bisnis sendiri dan penghasilanmu sepertinya flat/staknani saja selama dua, tiga, lima tahun terakhir, maka amat disayangkan. Itu artinya anda tidak belajar, Anda tidak memikirkanya. Ini berarti Anda tidak Bertumbuh. Setiap tahun, penghasilanmu, anda harus berjuang meningkatkan kemampuan menghasilkan (income). Dan Orang Kaya akan selalu secara konstan mencari berbagai cara untuk meningkatkan kemampuannya menghasilkan (income), namun juga mencari berbagai cara menambahkan daya ungkitnya (leverage), mengaplikasikan daya ungkit/leverage tersebut atas pekerjaan kita.

Mungkin melalui berbagai relasi, mungkin melalui leverage dari pelatihan. Sehingga Saya memiliki lebih banyak ide dan strategi. Saya bisa meningkatkan pekerjaan saya. Mungkin melalui kenalan yang lebih baik yang bisa mendatangkan orang baik lagi ke dalam tim saya, sehingga kita bisa bergerak ke jenjang yang lebih tinggi. Benar kan? Mungkin juga via Pemasaran (Marketing). Bagaimana saya bisa menyampaikan pesan saya keluar sana? Bagaimana agar semua orang bisa tahu apa yang sedang saya tawarkan?

Danlok; Kebiasaan Orang Kaya
Danlok; Kebiasaan Orang Kaya

“Silakan dilihat juga artikel lainnya tentang Solusi Aset Digital Tokonline dengan meng klik link nya tertera di kalimat ini, terima kasih!”

Kita selalu secara konstan mencari cara daya ungkin (leverage). Jadi itulah beberapa kebiasaan, yakni tiga kebiasaan terbaik orang kaya. Pahami ini, saya akan berikan kamu beberapa kutipan.

” Anda tidak memutuskan apa masa depan anda nanti

Anda yang memutuskan pola kebiasaan anda, dan kebiasaan anda inilah yang akan memutuskan masa depan anda.”

Danlok; Kebiasaan Orang Kaya
Danlok; Kebiasaan Orang Kaya

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares
%d bloggers like this: