RRC Memproduksi Segalanya

RRC Memproduksi Segalanya
RRC Memproduksi Segalanya

RRC Memproduksi Segalanya ; Why does everything have to be “Made in China? Tidak ada satupun negara yang bisa embargo produk China. Karena harga tidak mengenal Ideologi dan Agama “

RRC Memproduksi Segalanya
RRC Memproduksi Segalanya

Suatu saat relasi dari AS datang ke Hong Kong. Dia berminat membeli gagang ( frame ) kacamata. Dia perlihatkan contoh beberapa frame yang dia mau. Saya perhatikan. Itu materialnya dari plastik dan kalau ada titanium, itu hanya coated ( dilapisi). Dia tanya apakah saya dapat menjual barang itu. Saya tanya, kalau di AS berapa harga barang itu satu unit? Dengan santai dia menjawab bahwa harganya USD 100. Saya tahu dia agak berbohong. Karena data dari maket AS harga retail lebih dari USD 100. Tetapi OK lah. Saya katakan bahwa saya bisa jual dengan harga USD 10 per unit. Dia sempat engga percaya. Tetapi saya yakinkan. Bahwa pembayaran dengan LC. Jadi kalau engga delivery dan engga sesuai spesifikasi engga bayar.

RRC Memproduksi Segalanya
RRC Memproduksi Segalanya

Silakan dilihat juga artikel lainnya tentang Cara Cari Duit Zamannow dengan meng klik link nya tertera di kalimat ini, terima kasih!”

Mungkin anda bertanya mengapa saya bisa jual frame seharga USD 5 per unit. Padahal di AS harganya USD 100?  Barang itu saya buat di China dengan hitungan bukan harga per unit tetapi biaya bahan baku yang saya keluarkan untuk pesanan dia sebanyak 200.000 unit. Apa bahan bakunya ? PPC dan Titanium Coated. Untuk satu unit kacamata, hanya butuh beberapa gram PPC dan titanium. Biayanya hanya USD 3. Sementara biaya ‘moulding’ dan ‘processing’ hampir engga ada arti. Karena barang diproduksi secara massal tentu biaya processing per unit sangat rendah sekali. Saya abaikan saja biaya processing itu. Jadi sebetulnya saya engga jual frame, saya hanya jual PPC dan Tittanium Coated.

Saya juga  menjual Jilbab ke Mesir dan Arab. Harga per unit hanya USD 0,20 atau kurang lebih Rp 2.800,-. Kalau di Indonesia mungkin harga dipasar Rp 20.000. Mengapa saya jual dengan harga murah. Lagi lagi hitungannya bukan per unit. Saya tidak jual jilbab tetapi saya jual benang dan serat sintetis. Satu unit jilbab itu hanya menghabiskan benang dan serat sintetis beberapa gram saja. Kalau dihitung cost saya sebesar USD 0,10. Karena saya beli bahan baku itu tonan. Tentu harganya sangat murah. Biaya produksi dan processing sangat kecil sekali karena diproduksi massal.

Silakan Juga dilihat juga artikel lainnya tentang Solusi Aset Digital Tokonline dengan meng klik link nya tertera di kalimat ini, terima kasih!”

Itulah pengalaman bisnis awal awal saya di China sebagai pengusaha “maklon”. Saya tidak punya pabrik tetapi saya bisa mengekspor barang dari China keseluruh dunia. Caranya hanya memanfaatkan supply chain ( Rantai pasokan ), yang memang luar biasa hebatnya di China. Apapun pesanan dari pembeli di seluruh dunia bisa saya produksi di China, karena rantai pasokan bahan baku industri tersedia luas. Dari elektronik sampai ke bahan kebutuhan sekunder lainnya. Harga sangat murah. Itu bukan karena dumping. WTO tidak melihat barang karena merek tapi  spek. Harga barang China sesuai dengan spek sebetulnya tidak murah. Wajar saja. Namun bagi kapitalis harga itu sangat murah sekali. Maklum mereka menetapkan laba berkali lipat. Saya bukan kapitalis. Saya hanyalah pedagang.

Makanya jangan kaget bila banyak orang asing di China yang awalnya “maklon” seperti saya, dalam dua tahun sudah bisa mendirikan pabrik sendiri di China. Itu berkat mudahnya make money di China. Saya engga kebayang, kalau di Indonesia mungkin untuk bisa buat pabrik butuh waktu puluhan tahu, dan itupun hanya orang itu itu saja. Sangat sulit bagi new comer. Bukan itu saja, sekali kita buat pabrik, bank sudah tawarkan kredit modal kerja. Kalau mau ekspansi , bank sangat mudah kasih kredit. Bunga sangat murah dan proses cepat. Benar benar bank itu berfungsi menyelesaikan masalah tanpa masalah.

“Jika Anda sedang mencari atau pemula dan ingin memulai atau menjadi Mobilepreneur atau Onlinepreneur maka segera bergabung dengan komunitas online keren dengan klik link nya tertera disini, terima kasih!”

Itulah jawaban kalau ada yang bertanya “Why does everything have to be “Made in China?” Tidak ada satupun negara yang bisa embargo produk China. Karena harga tidak mengenal Ideologi dan Agama. Untuk bisa meniru RRChina juga engga mudah. Tidak ada kampus mengajarkan kerja seperti RRChina. Karena itu bukan sains tetapi budaya yang berakar dari sikap mental gemar berproduksi dan hidup hemat.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares
%d bloggers like this: